Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahan Diabetes Mellitus

PENYEBAB, GEJALA, DAN CARA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS

Rafika Fiana Damaisari
S.Tr Keperawatan Lawang
Rafikafiana21@gmail.com


ABSTRAK
 
 Diabetes Milletus adalah penyakit berbahaya yang menyerang siapun tanpa pandang usia, bisa menyerang anak-anak maupun orang yang berusia lanjut. Diabetes milletus dibagi menjadi 2 yaitu diabetes milletus tipe 1 dan diabetes milletus tipe 2. Hampir 50 persen pasien diabetes tipe 2 berusia 65 tahun keatas.         
Diabetes memiliki beberapa gejala yaitu Cepat merasa lapar, Cepat merasa haus,   Sering buang air kecil pada malam hari, Luka sulit sembuh dan mudah infeksi, Pandangan kurang jelas, Mudah merasa lelah, Sering merasakan mati rasa atu sakit pada bagian kaki dan tangan, Kesemutan, Gatal-gatal, Gatal pada daerah kemaluan khususnya wanita, Disfungsi ereksi pada pria. Kemudian ada beberapa cara pencegahan diabetes yaitu dengan cara Makan makanan sehat dengan tidak mengonsumsi makanan yang manis-manis agar kadar gula didalam tubuh tidak semakin meningkat., Olahraga yang teratur, Tes gula darah setiap hari, Pastikan selalu meminum obat atau suntikan insulin.

Kata Kunci: Definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan diabetes mellitus.

PENDAHULUAN
Hampir semua orang pasti tidak asing ketika mendengar penyakit diabetes,  Diabetes merupakan penyakit yang berbahaya yang bisa menyerang siapun mulai dari anak-anak sampai orang berusia lanjut sekalipun. Faktor penyebabnya bisa dikarenakan faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Anak-anak yang terserang diabetes biasanya dikarenakan orang tua nya juga memiliki diabetes. Dan banyak kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit diabetes milletus ini. Sebelum orang benar-benar terserang penyakit diabetes ini akan muncul beberapa gejala, jika gejala mulai dirasakan segera dibawa kedokter untuk diperiksakan lebih lanjut agar tau apa gejala tersebut benar-benar gejala diabetes atau bukan. Jika ternyata bukan, maka harus bersyukur dan lebih waspada dengan cara melakukan pencegahan tehadap penyakit tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut apakah sebenarnya penyakit diabetes itu? Apa faktor penyebabnya? Apa saja gejalanya? Mari simak pembahasan berikut ini.



PEMBAHASAN
Menurut (Purnamasari, 2009) “Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya”.
Menurut (Hastuti,2008) ”Diabetes mellitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah”.
Jadi kesimpulan dari 2 pendapat tersebut, diabetes adalah suatu penyakit metabolisme yang disebabkan oleh kurangnya insulin yang di produksi oleh tubuh sehingga terjadinya peningkatan kadar gula darah.
Ada 2 tipe Diabetes mellitus, yaitu Diabetes mellitus tipe 1, menurut Team (2018) “Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormone insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)”. Diabetes mellitus tipe 2, menurut Marianti (2018) “Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang disebabkan tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relative dibandingkan kadar gula darah”.
Dan menurut Kurniawan (2010) “Hampir 50 persen pasien diabetes tipe 2 berusia 65 tahun keatas”.
Faktor penyebab diabetes melitus menurut Fitrian (2015) ada 10:
Memiliki orang tua atau saudara dekat yang menderita diabetes melitus.
Menurut (Fatimah,2015) salah satu penyebab seseorang menderita penyakit Diabetes Mellitus diduga karena adanya gen diabetes. Dan diduga gen yang terdapat pada seseorang tersebut adalah gen resesif. Penyakit Diabetes Mellitus tersebut hanya akan diderita oleh orang-orang yang bersifat homozigot dengan gen resesif.
Berusia lebih dari 40 tahun.
Semakin menua usia manusia pasti semakin banyak pula penyakit yang bisa menyerang hal tersebut dikarenakan semakin menurunnya fungsi dari organ tubuh.

Pola makan yang salah
Menurut Radjabessy (2016) kebanyakan penyakit diabetes disebabkan oleh pola makan yang salah, daripada faktor genetic atau keturunan.
Gaya hidup yang tidak bisa menghindari stress.
Menurut Priherdityo (2016) jika dibandingkan dengan mengonsumsi gula yang banyak ternyata stress jauh lebih berbahaya.
Berat badan melebihi batas normal atau obesitas
Menurut Olvista (2011) diabetes tipe 2 ini sangat erat hubungannya dengan obesitas. Mengapa demikian? Karena insulin bekerja tidak efektif dalam menyerap glukosa maka sebanyak mungkin pankreas akan memproduksi insulin sehingga menyebabkan semakin berkurangnya kemampuan pankreas untuk menghasilkan insulin.
Mempunyai riwayat melahirkan bayi dengan bobot lebih dari 4000 gram.
Mengalami diabetes ketika hamil.
Kurang berolah raga.
Menurut Kushartanti (2009) berolahraga dapat membantu untuk memperbaiki metabolisme glukosa serta lemak selain itu juga untuk menurunkan dosis dari obat suntikan insulin.
Kebiasaan merokok dan sering mengonsumsi alkohol.
Menurut Rafikasari (2015) tembakau dapat menyebabkan meningkatnya kadar gula dalam tubuh serta dapat menyebabkan resistensi insulin. Dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa perokok tiga kali lipat lebih berisiko menderita penyakit diabetes daripada orang yang tidak merokok.
Memiliki riwayat penyakit hipertensi.
Menurut Saridipta (2009) secara umum dapat diperkirakan bahwa hipertensi dua kali lebih banyak bisa dijumpai pada orang yang menderita diabetes daripada orang yang tidak menderita diabetes.
Gejala diabetes mellitus
Tidak sedikit orang Indonesia yang menderita penyakit diabetes, tapi ada diantara mereka tidak mengetahui jika mereka sedang menderita penyakit diabetes, hal tersebut dikarenakan mereka sering meremehkan atau mereka tidak tahu apa saja gejala-gejala penyakit diabetes dan tidak segera diperiksakan ke dokter. Menurut (Savitri, 2018) ada beberapa gejala diabetes, yaitu: Orang akan cepat merasa lapar, akan cepat merasa haus, Sering buang air kecil pada malam hari, luka kulit yang dialami akan sukar sembuh dan mudah infeksi, penglihatan yang kurang jelas, akan mudah merasa lelah, Sering merasakan mati rasa atu sakit pada bagian kaki dan pada bagian tangan, Kesemutan, Gatal-gatal, Gatal pada daerah kemaluan khususnya wanita, Disfungsi ereksi pada pria
Jika gejala-gejala di atas mulai dirasakan lebih baik segera diperiksakan ke dokter dan jangan menunda-nunda untuk periksa karena apabila tidak segera diperiksakan takutnya ternyata anda menderita diabetes sedangkan anda tidak mengetahuinya sehingga diabetesnya akan semakin parah karena tidak dilakukan pengobatan. Tetapi jika segera diperiksakan anda akan segera mengetahui anda sedang menderita diabetes atau tidak, jika mengetahui otomatis diabetesnya tidak semakin besar dengan cara diobati dengan rutin.

Cara mengatasi diabetes yang bisa dilakukan setiap hari
Jika penyebab diabetes sudah diketahui tentu saja akan lebih mudah untuk mengatasi dan mencegah terjadinya penyakit diabetes. Seperti yang sering kita dengar mencegah lebih baik dari mengobati. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes, Menurut (firdaus,2018) ada 4 cara untuk mengatasi diabetes, yaitu: Makan makanan sehat dengan tidak mengonsumsi makanan yang manis-manis agar kadar gula didalam tubuh tidak semakin meningkat., Olahraga yang teratur agar badan selalu sehat, Tes gula darah setiap hari, Pastikan selalu meminum obat atau suntikan insulin.

PENUTUP
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa diabetes dalah suatu penyakit metabolisme yang disebabkan oleh kurangnya insulin yang di produksi oleh tubuh sehingga terjadinya peningkatan kadar gula darah dan merupakan penyakit berbahaya yang memiliki gejala : cepat merasa lapar, cepat merasa haus, Sering buang air kecil pada malam hari, luka kulit yang dialami akan sukar sembuh dan mudah infeksi, penglihatan yang kurang jelas, akan mudah merasa lelah, Sering merasakan mati rasa atu sakit pada bagian kaki dan pada bagian tangan, Kesemutan, Gatal-gatal, Gatal pada daerah kemaluan khususnya wanita, Disfungsi ereksi pada pria
. Dan dapat dicegah dengan cara Makan makanan sehat dengan tidak mengonsumsi makanan yang manis-manis agar kadar gula didalam tubuh tidak semakin meningkat., Olahraga yang teratur, Tes gula darah setiap hari, Pastikan selalu meminum obat atau suntikan insulin.






































Daftar rujukan

1. Fatimah, R.N. 2015. Diabetes Mellitus Tipe 2. (http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/615/619). Diakses tanggal Februari 2015.
2. Firdaus, Y. 2018. 4 Cara Mengatasi Diabetes yang bisa anda lakukan sehari-hari (https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/pusat-kesehatan/diabetes-kencing-manis/cara-mengatasi-diabetes/amp/) diakses tanggal 15 mei 2018.
3. Fitriana, R. 2015. Macam Penyakit. (macampenyakit.com/10-faktor-penyebab-kencing-manis-diabetes-melitus/), diakses tanggal 28 Maret 2015.
4. Gusti. 2009. Kurang Olahraga Berisiko Kena Diabetes Melitus. (https://ugm.ac.id/id/berita/701-kurang.olahraga.berisiko.kena.diabetes.melitus) diakses tanggal 18 Agustus 2009
5. Hastuti, R.T. 2008. Faktor-faktor Risiko Ulkus Diabetika pada Penderita Diabetes Mellitus. (http://eprints.undip.ac.id/18866/1/Rini_Tri_Hastuti.pdf) diakses tanggal 3 Januari 2008.
6. Kurniawan, I. 2010. Diabetes Melitus Tipe 2 pada Usia Lanjut. (https://scholar.google.co.id/scholar?q=pengertian+diabetes+melitus+tipe+2+menurut&hl=id&as_vis=1&oi=scholart#d=gs_qabs&p=&u=%23p%DKq0il0lSZLEJ), Diakses 12 Desember 2010
7. Marianti. 2018. Diabetes Tipe 2. (https://www.alodokter.com/diabetes-tipe-2.html), diakses tanggal 4 September 2018.
8. Olvista. 2011. Diabetes dan Obesitas (kegemukan). (olvista.com/diabetes-dan-obesitas-kegemukan/), diakses tanggal 2 Mei 2011.
9. Prihedityo, E. 2016. Alasan Ilmiah Stres Bisa Sebabkan Diabetes. (https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160318212937-255-118415/alasa-ilmiah-stres-bisa-sebabkan-diabetes), diakses tanggal 21 Maret 2016.
10. Rafikasari, D. 2015. Rokok Bisa Sebabkan Diabetes. (https://www.google.co.id/amp/s/lifestyle.sindonews.com/newsread/1011908/155/rokok-bisa-sebabkan-diabetes-143409513), diakses tanggal 12 Juni 2015.
11. Saridipta. 2009. Terapi Hipertensi. (saridipta.blogspot.com/2009/12/komplikasi-hipertensi-dengan-diabetes.html?m=), diakses tanggal 23 Desember 2009.
12. Savitri, T. 2018. Diabetes Mellitus Tipe 2 (Kencing Manis). (https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/penyakit/diabetes-melitus-tipe-2-kencing-manis/amp/), diakses tanggal 4 April 2018.
13. Team. 2009. Artikel penyakit diabetes mellitus, (https://gochiindonesia.wordpress.com/2009/05/14/artikel-penyakit-diabetes-mellitus/), diakses tanggal 14 Mei 2009.
14. Ulya. 2017. Pengertian Diabetes Mellitus Menurut Para Ahli. (https://ulyadays.com/pengertian-diabetes-mellitus/), diakses tanggal 31 Maret 2017.
15. Yamin, F. 2016. Pola Makan Tak Sehat Pemicu Utama Diabetes. (https://lifestyle.kompas.com/read/2016/11/24/100000723/pola.makan.tak.sehat.pemicu.utama.diabetes), diakses tanggal 24 November 2016.

Komentar